Sajak : Diriku

Share on Tumblr Diriku

Ah, risaunya aku
Ketakutan yang sungguh
Besar sekali
Langit gelap
Awan menutupi
Sungguh seluruh.....

Aku rasa
Aku hampir tak berasa
apa-apa lagi
Aku juga seperti seorang
perindu,
Sungguh merindu.....
Masa-masa telah berlalu.....
Kenapalah sekarang ini aku
Seperti takut
Hendak melangkah lagi.....

Hari-hari semakin
menakutkan hari-hari
Hari-Hari
Aku sudah semakin
Tidak boleh tidur lagi.....

Apalah yang aku fikirkan
Sekarang ini
Langsung tiada rasa
Walaupun ada rasa (rasanya)

Dalam ketakutan yang
bergelumang dengan
kerisauan ini
Aku tak tahu apa
untuk dilakukan
Menjadi kaku
Risaunya aku
Sungguh risau aku.....
- Huraian -

Petunjuk kekalahan
Simbol kekalahan
Tiada kekalahan
Melainkan kekalahan
Yang aku cipta sendiri
Dapat tahu dengan petunjuk
Sungguh bau busuk
Kejijikan
Kehinaan nikmat.....
- Konflik -

Pelik betullah
realiti hari ini?
Sekejap aku ada dekat sini
Sekejap aku ada dekat sana
Sekejap aku berada di Syurga
Sekejap aku berada di Neraka
Dinamika dunia, iyalah.....

Hidup ini tidaklah
Taklah sejernih kaca
Semudah susu dan gula
Boleh jelas kelihatan
Boleh ditentukan
Apa sukatan rasa

Aku gagal, aku gagal
Aku gagal, aku gagal
Dalam perang dalam
Konflik diri
Langit yang begitu begini
Berwarna yang bukan warna
Seperti hendak kiamat
Lambang kehabisan.....

Tak patut sebenarnya
aku menuliskan semua ini
Tak patut.....
Tidak patut.....

Nukilan:
Nama Pena: riezham
Email: mhz_81@yahoo.com Sajak : Diriku

0 Komen:

Selepas Baca, Sila Komen

Artikel Terkini

Disclaimer: Blog ini ibarat 'scrap book' saya. Di sini saya kumpul artikel yang saya gemari di akhbar, majalah dan internet berkaitan CINTA. Artikel-artikel ini bukan ditulis oleh saya tetapi sekadar koleksi peribadi dan diharapkan dapat memberi manfaat kepada semua yang membaca.