Dialog Filem Puteri Gunung Ledang

Share on Tumblr “Kanda lupa cinta dinda seagung maya” - Hang Tuah
“Cinta kanda? Bukan semesta luasnya?” - Gusti Putri
“Masih kecil berbanding cinta dinda!” - Hang Tuah
“Tapi kanda ke mari juga” - Gusti Putri
“Laksana orang haus dahaga, berjumpa air satu telaga” - Hang Tuah

“Setapak melangkah, dua langkah ingatan kanda pada dinda” - Hang Tuah

“Adinda bersumpah jikalau kekanda tidak kembali, adinda akan menyusul kekanda, meminjak pada tanah yang sama, bernafas pada udara yang sama ” - Puteri Gunung Ledang

“Apakan daya, tangan terikat dilangit, kaki terpasak dibumi, jasad tidak setanding mimpi” ~ Hang Tuah

“Layar berbelok-belok, sauh dibungkar di tempat tenang..Yang tinggal hati tak elok, yang pergi hati tak senang. Bila sampai waktu, kita akan bersama” - Hang Tuah

“Tanah mana yang aku pijak? Berdirinya aku kasih berguguran…Pasir mana yang aku genggam? Erat tanganku semakin layu..Bunga berkembang..bumi luas aku seorang…

“Kalau nak menurut biar berakal,kalau mengikut biar pintar”
(Petikan dialog M.Nasir dalam filem Puteri Gunung Ledang)

“Kesemuanya hamba susun supaya rambut yang ditarik, tepung tidak berselerak. Semua hati di Melaka ini hamba jaga” ~ Dato’ Bendahara

“Bumi di Melaka ini bumi berdaulat. Sehiris luka yang beta terima, seMelaka sakitnya dirasa” ~ Sultan Melaka Dialog Filem Puteri Gunung Ledang

1 Komen:

missiman berkata...

hah?paham cikit2 ja,tpi best lah..layan je!!!

Selepas Baca, Sila Komen

Artikel Terkini

Disclaimer: Blog ini ibarat 'scrap book' saya. Di sini saya kumpul artikel yang saya gemari di akhbar, majalah dan internet berkaitan CINTA. Artikel-artikel ini bukan ditulis oleh saya tetapi sekadar koleksi peribadi dan diharapkan dapat memberi manfaat kepada semua yang membaca.